Ya. Unik. Entah kata apa yang paling tepat untuk menggambarkan “unik”nya manusia.
Keunikan itu, disadari atau tidak, mau tidak mau harus membuat kita terkekeh untuk merenungi betapa kerdilnya manusia.
Berlebihan memang, bukan bermaksud menghilangkan banyak kelebihan yang dimiliki manusia, tetapi memang, sekali lagi, kita harus tersenyum malu kalau mengingat hal itu.
Kenapa unik? Apa sebabnya manusia unik?
Karena sering kali manusia tidak tahu diri atau tidak mau tahu diri. Sering kali manusia bertindak tidak sesuai dengan kemampuannya, tidak sesuai dengan hatinya, dan banyak ketidaksesuaian yang lain. Mungkin teman-teman dari psikologi lebih bisa menjelaskan fenomena apa yang akan disampaikan berikut ini.
1. Teman-teman dari Peternakan UGM pasti tahu siapa dosen (baca : kepala Lab) yang sok penting, sok sibuk kalau diminta tanda tangan untuk melengkapi persyaratan wisuda. Unik, karena tidak tahu diri membuat dirinya seolah-olah orang penting yang banyak kegiatan sehingga untuk menandatangani kertas yang tidak membutuhkan waktu lebih dari satu menit membutuhkan waktu khusus. Dia merasa waktunya terbuang sia-sia ketika dia sedang “sibuk” membaca koran kemudian diminta tanda tangan oleh mahasiswa. Unik, seorang yang “cuma" kepala Lab tapi sok sibuk seperti presiden!
2. Kasus lain dialami teman dari Ekonomi UGM. Ujian komphrehensifnya tidak diluluskan dosennya hanya karena dia tidak sependapat dengan dosen dan dia mencecar dan debat dengan dosen tersebut. Unik, karena merasa sebagai dosen yang selalu benar dan tidak bisa dibantah atau didebat!
3. Kasus lain mahasiswa yang tidak lancar mengerjakan skripsi dengan terus mencari kambing hitam atas proses skripsi yang lama. Unik, karena terus menyalahkan orang lain (baca : teman yang tidak mendukung skripsi, suasana kamar yang kurang kondusif, kondisi kesehatan yang terganggu, pacar yang kurang pengertian dan bla bla alasan lain) padahal penyebabnya cuma satu. Malas!
4. Seseorang yang berusaha melupakan mantan pacarnya dengan menjadikan mantan pacarnya itu sebagai penjahat yang layak dicaci. Unik, karena dia membohongi perasaannya hanya untuk bertahan hidup agar dapat melupakan memori pahit!
5. Dan banyaaaaaaaaak kisah lain. Kisah unik yang dialami makhluk bernama manusia.
Silahkan renungi. Begitu kah cara menjalani hidup yang benar? Yang sesuai dengan kodrat manusia sebagai makhluk sempurna??






0 komentar:
Poskan Komentar