slide photo show

Kamis, 26 Februari 2009

Untuk wanita : berburu suami ideal

Sebelumnya munz telah menulis tentang “Masih adakah calon istri yang bersahaja?”. Sepertinya ‘tidak adil’ kalau munz juga tidak menulis tentang “suami ideal”.

Menikah, sebagaimana telah disebutkan dalam tulisan sebelumnya, adalah fitrah, ibadah, dan lain-lain tergantung bagaimana mau dipandang. Wanita dalam pernikahan bukan hanya sebagai ‘objek’ pria, pasangan pria, atau sosok yang ‘menunggu dan pasrah’. Wanita juga boleh memilih, bahkan wanita boleh kok meminta walinya untuk menikahkan dengan seseorang pria yang dicintainya.
Wanita tidak perlu terus menunggu jodohnya, tetapi pencarian jodoh ini juga jangan sampai merendahkan harga diri wanita itu sendiri. Wali yang akan menikahkan seseorang HARUS meminta izin persetujuan calon mempelai wanitanya. Terlepas pernikahan itu memang pilihan wanita atau pilihan walinya, yang terpenting adalah bagaimana memilih ‘suami ideal’ agar keluarga yang dibina merupakan keluarga bahagia serasa di surga, bukan keluarga berantakan bagai neraka dunia.
Berikut ini mungkin dapat menjadi gambaran sosok ‘suami ideal’ yang tentu saja, tiap orang pasti berbeda kriterianya.
1. Suami, dalam keadaan marah seperti apapun tidak akan melakukan KDRT atau kekerasan dalam rumah tangga. ‘Suami ideal’ senantiasa sabar, walaupun sikap istri yang ‘membangkang’. Sabar di sini bukan diam tanpa kata dan tanpa kerja. Sabar dalam arti telaten untuk membimbing istri untuk menjadi lebih baik, dan ketika dirasa perlu adanya ‘peringatan’ berupa kekerasan, suami tidak pernah memukul bagian wajah!
2. Bertanggung jawab. ‘Suami ideal’ senantiasa melakukan segala daya usaha untuk memenuhi kewajiban sebagai pencari dan pemberi nafkah keluarga. Pantang menyerah usaha menghidupi dan membahagiakan keluarga, tetapi tetap dalam jalur yang halal. Kecurangan tidak perlu dilakukan hanya untuk mendapatkan rupiah yang lebih banyak!
3. Mengayomi dan memberi teladan. Cukup jelas kan?
4. Ketika akan melakukan poligami, ‘suami ideal’ akan menyampaikannya dengan cara yang elegan dan bijak. Dia akan memberi pencerahan dengan sangat lembut kepada istrinya mengenai esensi poligami dengan segala resikonya. Dia tidak akan melakukan tindak kekerasan hanya untuk meminta izin untuk menikah lagi. Dia akan memberi pencerahan bahwa poligami bukan tanda tidak setia atau tidak puas dengan istrinya. Pria yang monogami juga tidak serta merta menandakan bahwa pria tersebut setia! Tidak ada korelasi antara kesetiaan dengan pendapat seseorang mengenai monogami atau poligami, karena bisa dilihat bahwa untuk tidak setia dan tetap monogami mudah saja. Kesetiaan merupakan sifat dan karakter budi seseorang, dan itu tidak berhubungan langsung dengan sikap penolakan seseorang terhadap poligami. Ketika pria sudah tidak setia (baca : mencintai wanita lain), dia akan dengan mudah (sebagaimana wanita juga dengan mudah) mencari-cari alasan untuk bercerai. Ya, untuk tetap mempertahankan pendapatnya tentang monogami, dia akan menceraikan istrinya dan menikahi wanita lain. Berbeda dengan sikap berpoligami. Sikap tersebut juga tidak serta merta menandakan bahwa pria itu tidak setia! Ketika seorang pria melakukan poligami bukan berarti kalau dia sudah tidak cinta istri pertama dan mencintai istri kedua, ketiga, atau keempat. Sikap menikah lagi justru menandakan kalau pria tersebut masih mencintai istri pertama, kalau sudah tidak cinta mengapa repot-repot mempertahankan? Lebih baik diceraikan saja seperti kasus sebelumnya tadi, bebas, nafkah yang menjadi kewajibannya tidak akan sebesar ketika dia berpoligami. Tetapi tidak demikian, pria tersebut masih mencintai istri pertamanya, walaupun dia juga mencintai wanita lain. Munz kira pengertian berpasangan bukan hanya sepasang, satu dengan satu. Seperti halnya kembar yang tidak hanya kembar dua, bisa tiga, empat, atau berapapun. Berpasangan juga tidak hanya satu dengan satu, bisa satu dengan dua, tiga, atau empat.

Hehe..
Nomor empat paling banyak ya kata-katanya. Selalu menarik memang membicarakan poligami dengan segala kontroversinya. Menarik. Munz pernah baca salah satu artikel di internet, kalau tidak salah disitu disebutkan (kurang-lebihnya) bahwa “Wanita penentang poligami itu aneh! Mereka berjuang untuk emansipasi wanita, persamaan hak antara wanita dengan pria. Tetapi mereka justru menentang persamaan hak antara wanita dengan wanita. Hak wanita untuk dicintai dan mencintai. Mengapa wanita tidak mau berbagi kabahagiaan untuk bisa bersama-sama mencintai dan dicintai suami yang sama”.
Memang quote tersebut bukan persis tertulis dalam artikel tersebut, tapi itulah yang dapat munz pahami setelah baca artikel tersebut. Poligami tidak hanya sekedar menikah lagi. Poligami tidak hanya sekedar beristri lebih dari satu. Poligami tidak sesederhana itu! Poligami bukan alat pembenaran bagi pria hidung belang yang memang tidak puas hanya dengan satu istri. Ketika seorang suami berniat melakukan poligami pahamilah bahwa hal tersebut semata-mata untuk mendapatkan kebaikan bagi dia dan keluarganya (baca : keluarga besarnya).

Senin, 16 Februari 2009

Masih adakah calon istri yang bersahaja?

Sabtu kemarin tanggal 14 februari 2009 ada teman smu yang menikah.
Menarik, karena memang satu persatu teman-teman telah menjalani tahap yang lebih maju, lebih baik, MENIKAH.
Semua orang tahu, menikah adalah fitrah, menikah adalah ibadah, dan menikah adalah bla bla yang lain..
Ketika manusia sedang bingung akan melakukan sesuatu, beberapa ada yang merenung atau mengkhayal sesuatu di masa depan untuk mengalihkan kebingungan (daripada stress karena bingung).
Bagi Munz, menikah adalah masa depan. Yup, masa depan yang setiap orang juga memikirkannya. Tetapi pernikahan yang seperti apa sih yang sidambakan setiap orang? Munz yakin pasti berbeda tiap orang.
Menarik, judul di atas mungkin kurang bisa menggambarkan maksud seluruh tulisan ini, dan ketika ada pembaca yang menafsirkan menurut latar belakang pemikirannya, dan mungkin berbeda, menurut Munz itu sah-sah saja. Dan silahkan gunakan semua potensi pikiran untuk turut merenung mengenai pernikahan ini.
Calon istri yang “ideal” pasti berbeda tiap orang, tetapi berikut ini mungkin bisa jadi gambaran :
1. ketika calon suami meminang (dengan catatan calon suami tersebut baru merintis karir), calon istri yang “ideal” dengan rasa cinta dan penuh percaya akan menerima dan yakin dia akan hidup bahagia bersama. Keadaan calon suami yang sukses (rumah,mobil,gaji yang istimewa), wajar kalau langsung diterima pinangannya, tetapi “lebih romantis” ketika pinangan itu diterima ketika keadaan calon suami yang masih sederhana dan baru merintis kehidupan, merintis masa depan. Ketika pinangan diterima ketika (DAN HANYA KETIKA) calon suami sudah mapan secara ekonomi, bukankah patut ditanyakan alasannya (CINTA ATAU EKONOMI??!!)
2. ketika suami sedang marah, maka istri dengan caranya yang anggun dan cerdas akan mendinginkan suasana hati suaminya, apapun caranya, mungkin dengan senyum manisnya, mungkin dengan lembut kata suaranya, istri yang “ideal” selalu punya cara dan alternatif cara untuk selalu bisa mendinginkan emosi suaminya. Istri yang tidak baik bukannya mendinginkan tetapi malah bersikap sebaliknya, ketika suami marah, dia akan lebih marah agar mengalahkan suaminya.
3. ketika ekonomi keluarga sedang kritis, dan ada peluang untuk melakukan korupsi, istri yang “ideal” akan mengingatkan suaminya dan berkata yang menyejukkan hati bahwa ‘setelah kesulitan ada kemudahan’. Istri yang tidak baik pasti akan mendukung korupsi suaminya, atau bahkan ketika suami tidak memiliki inisiatif korupsi, maka dia akan mengomel kalau suami tidak becus cari uang dan akan menyuruh korupsi ‘gajimu tidak cukup untuk beli mobil mewah, untuk jalan-jalan ke luar negeri, beli baju mahal tiap minggu, korupsi tapi jangan sampai ketahuan’

ah entah lah.. menikah urusan nanti lah.. yang penting sekarang konsentrasi garap skripsi!

Senin, 09 Februari 2009

Kesakitan...

Sial!!
Upz.. maap tulisan ini dimulai pake kata kasar..
He.. gak tau siy gmn harus mulai..
Sial.. kata yg munz pake buat mengekspresikan kekesalan (dan mungkin kekecewaan).
Simple siy sebenernya..
Belakangan munz harusnya udah mulai fokus dan “non-stop” garap skripsi, tapi nyatanya masih susah juga, ditambah nonton film (lama siy : from bandung with love) ceritanya tentang “pengkhianatan” gitu.
Mungkin semua udah pada nonton, tapi singkatnya film itu nyeritain cewek (penyiar radio) yang penelitian tentang perselingkuhan atau kesetiaan buat bahan siaran, eh tapi ternyata dia sendiri yang malah ngelakuin perselingkuhan.
Yang bikin munz sebel nih ya, cewek itu dengan udah nge judge duluan klo cowok yg banyak gak setia (baca : selingkuh). Tapi nyatanya????
Terus terang munz juga pernah tau kok di sekitar munz (baca : temen) yang selingkuh. Cowok dan cewek. Sama ajah. Klo selingkuh ya selingkuh ajah, gak ada hubungan sama jenis kelamin.
Selingkuh.. mungkin klise penyebabnya, dan bagi beberapa orang (baca : pelaku perselingkuhan) hal itu sesuatu yang wajar dan manusiawi. MEMILIH YANG TERBAIK atau apa pun pembenaran yang dipake.. oke lah mungkin wajar semua orang pasti lebih memilih yang terbaik. Tapi pernah gak siy DIA inget perasaan pasangan yang diselingkuhi itu??????
Perasaan enggak dihargai!!
Entah lah.. bingung.. gak tau tiba-tiba pengen nulis ajah kayak gini.. pengen nulis apa pun lah..mencoba mengikuti kata hati pengen nulis apa.. klo sekarang nulis gini berarti munz lagi sebel sama keadaan yg kayak gitu, diselingkuhin.
Pernah ngerasain gak siy pasanganmu bilang klo kmu tuh bukan tipenya?
Atau pasanganmu minta putus karena dia lebih milih orang laen buat jadi pacarnya?
Pernah gak kmu ngerasain dua-duanya itu??
Pernah gak?
Sama ajah : Perasaan enggak dihargai!!

Satu kata : SAKIT!!

Sabtu, 07 Februari 2009

Manusia memang pribadi unik.

Ya. Unik. Entah kata apa yang paling tepat untuk menggambarkan “unik”nya manusia.
Keunikan itu, disadari atau tidak, mau tidak mau harus membuat kita terkekeh untuk merenungi betapa kerdilnya manusia.
Berlebihan memang, bukan bermaksud menghilangkan banyak kelebihan yang dimiliki manusia, tetapi memang, sekali lagi, kita harus tersenyum malu kalau mengingat hal itu.
Kenapa unik? Apa sebabnya manusia unik?
Karena sering kali manusia tidak tahu diri atau tidak mau tahu diri. Sering kali manusia bertindak tidak sesuai dengan kemampuannya, tidak sesuai dengan hatinya, dan banyak ketidaksesuaian yang lain. Mungkin teman-teman dari psikologi lebih bisa menjelaskan fenomena apa yang akan disampaikan berikut ini.
1. Teman-teman dari Peternakan UGM pasti tahu siapa dosen (baca : kepala Lab) yang sok penting, sok sibuk kalau diminta tanda tangan untuk melengkapi persyaratan wisuda. Unik, karena tidak tahu diri membuat dirinya seolah-olah orang penting yang banyak kegiatan sehingga untuk menandatangani kertas yang tidak membutuhkan waktu lebih dari satu menit membutuhkan waktu khusus. Dia merasa waktunya terbuang sia-sia ketika dia sedang “sibuk” membaca koran kemudian diminta tanda tangan oleh mahasiswa. Unik, seorang yang “cuma" kepala Lab tapi sok sibuk seperti presiden!
2. Kasus lain dialami teman dari Ekonomi UGM. Ujian komphrehensifnya tidak diluluskan dosennya hanya karena dia tidak sependapat dengan dosen dan dia mencecar dan debat dengan dosen tersebut. Unik, karena merasa sebagai dosen yang selalu benar dan tidak bisa dibantah atau didebat!
3. Kasus lain mahasiswa yang tidak lancar mengerjakan skripsi dengan terus mencari kambing hitam atas proses skripsi yang lama. Unik, karena terus menyalahkan orang lain (baca : teman yang tidak mendukung skripsi, suasana kamar yang kurang kondusif, kondisi kesehatan yang terganggu, pacar yang kurang pengertian dan bla bla alasan lain) padahal penyebabnya cuma satu. Malas!
4. Seseorang yang berusaha melupakan mantan pacarnya dengan menjadikan mantan pacarnya itu sebagai penjahat yang layak dicaci. Unik, karena dia membohongi perasaannya hanya untuk bertahan hidup agar dapat melupakan memori pahit!
5. Dan banyaaaaaaaaak kisah lain. Kisah unik yang dialami makhluk bernama manusia.
Silahkan renungi. Begitu kah cara menjalani hidup yang benar? Yang sesuai dengan kodrat manusia sebagai makhluk sempurna??

Selasa, 27 Januari 2009

tips skripsi (buat yg merasa bermasalah dengan motivasi)

tanggal 27 agustus 2009, sore sekitar pukul 5, munz sms ke beberapa nomer.
isinya :
"buat temen2ku yg udah lulus ujian pendadaran..
gmn siy ngilangin males ngerjain skripsi? :("

inilah jawabannya (yg mau membalas sms cuma 7 dari 12 yg munz sms)


"he..he..ayo semangat..
gampang...biar g mls,ya jgn males"


"wah ada yg lg stress ne.gni:
1.pacaran,jgn lp minta jatah.
2.lupain sejenak skripsi biar fresh lg.
3.bdoa d beri ke istiqomahan.

tips d atas garansi 1 mgu.he"


"kmu bayangkan temen2mu dah pada lulus, terus km byangkan kalo km lulus km lgsg bsa dpt kerja,yah gtu2lah nir,kdg ak juga mls tp di usahain biar ng mls,tetep semangat ok"


"kita umpamakn km adl prusahaan. sbuah prusahaan ada tujuan. nah 7an dpt dicapai lewat visi n misi. nah km tetapkn smuanya. tujuanmu apa visimisimu apa. piye?"


"1.niat
2.kerja keras
3.berpikir d waktu senggang, kerja dwaktu luang.
4.selagi bosan, cba kerj skrips d lingk yg berbeda(taman,perpust,mall) & cri pemandangan ygmengasikkan(+++..)
5.maen kt4 tmn skdar utk curhat+sharing2..
6.lakukan yg plg pengin kmu lakukan, puaskan! lalu kerjn skrips lag..
7.bila mulut kmu lelah membaca, dzikirlah!
8.bila mata kmu lelah menatap, berwudulah!
9.bila hatimu lelah berharap, sholatlah!"


"biar rajin krjain skripsi,bwt deadline,targetin sndr hr ni mw smp mana nulisny.gt si strategiQ dl.."


"obsesi n kmitmen..q dl pke strtgi sngaja kkn apr-mei siy,obsesi 'liburan smbil kkn'jdny ya gak ada males cz mst slse skrip b4 kkn..he pgn cpt2 liburan,bsnang2."


ya..semoga saja ini bisa berguna buat munir dan semua yang sedang dalam proses skripsi..
amiin..

Rabu, 14 Januari 2009

DUNIA APA INI..

Fuih.. lama juga munz gak isi blog ini..
Ya..munz mau ikut partisipasi menyatakan keprihatinan apa yg udah, lagi, dan mungkin masih akan terjadi di Gaza.
O o.. hmm mungkin biar bisa dibaca beneran dan direnungi, munz perlu pake EYD kali ya.. ok.. let me try..


DUNIA APA INI..

Ya. Judul tersebut mungkin cukup mewakili dan merangkum pertanyaan yang ada di benak setiap makhluk yang turut prihatin atas apa yang terjadi di Gaza, Palestina. Kita semua tahu apa yang terjadi di sana. Penghancuran. Bukan hanya gedung, tapi juga nyawa. Terima kasih untuk semua media yang bekerja keras dan taruhannya nyawa untuk dapat mengakarkan apa yang terjadi di sana.

Sebenarnya apa sih yang terjadi di sana? Militer dengan segala persenjataan mutakhir (belakangan diketahui bahwa ada senjata yang digunakan militer agresor merupakan senjata yang dilarang penggunaannya berdasarkan perjanjian internasional (konvensi Jenewa). Seperti banyak dikatakan media, bukan hanya penggunaan senjata terlarang, pelanggaran konvensi Jenewa yang dilanggar militer biadab itu. Anak-anak dan wanita yang dilindungi hak hidupnya selama masa perang juga tidak luput dari peluru-peluru dan rudal, yang entah sengaja atau tidak membuat nyawa melayang atau cacat atau “sekedar” luka-luka.

Gedung sekolah millik PBB, rumah sakit, tempat ibadah (masjid dan gereja) pun tidak menjadi pengecualian untuk tidak diganggu. Tempat-tempat tersebut seharusnya bisa digunakan sebagai pengungsian warga selama masa perang, tetapi ketika tempat-tempat tersebut diserang, di mana lagi tempat aman untuk mereka?

Entahlah? Apa yang dunia tunggu untuk dapat menghentikan agresi militer paling biadab pada masa yang kata orang demokratis, masa yang kata orang masa di mana persamaan Hak Asasi Manusia sangat diperjuangkan. Entahlah? Munz heran, mungkin juga banyak orang yang heran, dan mungkin bingung, atau mungkin Cuma karena munz yang tidak tahu (baca : bodoh) mengenai hubungan internasional. Munz heran pada mereka, pemimpin dunia, begitu sibuk menyusun resolusi-resolusi genjatan senjata tetapi seperti membiarkan nyawa-nyawa menunggu giliran untuk dicabut.

Siapapun yang “menang” di perang ini (walaupun mungkin lebih tepat disebut sebagai pembantaian), munz kira harus dihukum! Ya, seperti hukumn yang sudah sering dilakukan kepada negara yang dianggap tidak melaksanakan HAM sebagaimana mestinya. EMBARGO. Mungkin memang itu cara “paling elegan” untuk mnghukum penghancur HAM. Ketika militerisme bukan lagi menjadi hal yang mudah dan boleh dilakukan, munz kira embargo ekonomi pun cukup bisa dilakukan sebagai hukuman.

Senjata-senjata mutakhir yang dimiliki militer hanya bisa diperoleh dengan dana yang luar biasa besar. Ketika embargo menyebabkan keterpurukan ekonomi tidak akan mungkin bisa mereka memiliki senjata-senjata mutakhir yang digunakan untuk menghancurkan.

Terakhir. Munz kadang kuatir, saat ini mungkin memang target pembantaian adalah Gaza. Ketika dunia seakan diam dan membiarkan ini berlangsung (dalam waktu yang lama) maka bukan tidak mungkin akan ada target-target lain yang menunggu untuk diserang. Mungkin sekarang alasan untuk menghancurkan milisi HAMAS digunakan sebagai pembenaran puntuk membantai, bukan tidak mungkin negara lain juga bisa diserang dengan berbagai macam alasan. Munz kira kita masih ingat alasan apa yang digunakan untuk Irak, dan ternyata tidak terbukti!

Indonesia, negara tercinta kita, negara yang (menurut sejarah) lebih dari 353 tahun dijajah negara lain. Kadang terlintas di benak kekuatiran suatu saat nanti negara tercinta ini mungkin juga akan mendapat agresi militer seperti yang pernah kita alami. Kenyataan reaksi dunia yang sangat lambat untuk bisa menghentikan agresi militer harus membuat kita kuatir dan waspada, ternyata HAM yang sekian lama diperjuangkan tidak sebegitu diperjuangkan.

Bayangkan! Dengan alasan untuk menghancurkan basis JI (kelompok yang dianggap ekstrim dan memiliki basis di Indonesia, malaysia, singapura, dan sekitarnya, padahal seperti yang kita tahu hal ini belum terbukti), maka negara yang menganggap dirinya sebagai “polisi dunia” akan dengan leluasanya menyerang atas nama pembenaran itu.. semoga itu tidak terjadi..

Sabtu, 08 November 2008

aku “malu” berkata Islam


dicuplik dari buku karya Achmad Mufid AR yang berjudul AKU “MALU” BERKATA ISLAM tutur kang Saridin halaman 72-73.

pembaca sekalian punya akal dan nurani untuk merenungi ini..

silakan direnungi..

semoga bermanfaat..

“sementara ini lakukanlah seperti biasanya, tak memakai jilbab bukan berarti buruk. asal dirimu berusaha untuk menutupi aurat semampumu dan terus-menerus menjaga dan melindungi aurat, itu merupakan hal yang mulia di hadapan Tuhan. menutupi itu mudah, namun menjaga dan melindungi aurat kita dari hal-hal yang buruk itulah yang sulit.”

“maksud Ibu apa?”

“untuk dirimu, ambil dan jalanilah nilai dari jilbab itu sendiri, bukan wujudnya. artinya, selama cara berpakaianmu itu wajar dan tidak mengundang nafsu jika mata memandangnya, itulah nilai jilbab yang terkandung. cara berjalanmu, warna pakaianmu, perhiasanmu dan bau parfum yang kau kenakan, selama itu adalah sesuatu yang biasa dan wajar, maka itu sudah lebih dari cukup untuk melindungi auratmu. meski itu masih terlihat.”

“mungkinkah, Bu?”

“mungkin, jika kamu selalu mengenakan pakaian yang longgar dan tebal – yang mana orang memandang dirimu seperti bentangan kain yang berjalan. meski dirimu tidak memakai jilbab, orang tidak akan terlalu memperhatikanmu. tetapi meski dirimu memakai jilbab, sementara bagian lekuk tubuhmu masih terlihat menonjol, itu sama halnya kamu berlindung di balik baju Tuhan, sementara tubuhmu terbuka untuk setan. kalau seperti itu, akan lebih baik jika engkau melepaskan jilbabmu sekalian.”

“kok bisa, Bu?”

“setidaknya dirimu tidak melakukan perbuatan yang membawa-bawa baju Tuhan, karena seperti itu sama halnya dirimu menghancurkan aturan agamamu sendiri. kalau dirimu ingin melakukan perbuatan setan, maka lepaskanlah jilbabmu, karena dengan begitu kamu tidak akan melakukan dua kesalahan sekaligus, yaitu melecehkan nilai kemanusiaan dan meremehkan nilai ke-Tuhanan. karena Tuhan tidak suka kita memakai simbol-simbol keagungan-Nya untuk melakukan perbuatan dosa.”

betapa hati Nisa terharu mendengarkan apa yang diucapkan Bu Inayah, ternyata sesuatu yang mulia adalah saat dimana diri ini dapat memberikan kebaikan dan kemanfaatan pada sesama, bukan semata diri sendiri saja.

anda pengunjung nomor :